* Jika seorang biker sejati sudah sewajarnya mereka memiliki mindset tersendiri. Mereka akan menyayangi motornya sebagai mana mereka menyayangi diri sendiri mereka enggan meresikokan motornya rusak karena melakukan manuver berbahaya dijalanan.
* Seoarang bikers sejati akan menjaga nama baik komunitasnya, sehingga kendati hasrat untuk melakukan arogansi saat berkendara sendiri-konvoi tetap ada namun mereka akan berpikir 2 kali sebelum bertindak arogan. Karena jika terjadi maka mereka akan sadar betul bahwa tindakanya dapat merusak image komunitasnya.
* Bikers sejati biasanya akan malu-sungkan melakukan pelanggaran hukum. Seperti melawan arah, berkendara di atas trotoar hingga melakukan tindakan tidak terhormat seperti kabur ketika menyerempet spion mobil ditengah kemacetan.
* Saat konvoi bikers sejati umumnya memikirkan kepentingan pengguna jalan lainya, sehingga mereka tidak akan menahan laju kendaraan lainya hanya sekedar karena tidak ingin konvoinya terputus.
* Bikers sejati biasanya akan memahami betul apa yang disebut dengan Safety riding. Piranti keamanan standar merupakan piranti minimal yang ia kenakan saat berkendara. Bahkan mereka enggan mengenakan helm catok ataupun memboncengi seseorang yg tidak mengenakan helm.
Bener kan Mas Bro... Apa Mas Bro termasuk bikers sejati ?......
Sumber : http://ducatimonster.wordpress.com
29 Januari 2010
27 Oktober 2009
Sekilas tentang KZ200
Di Indonesia, Binter adalah merek lokal dari sepeda motor Kawasaki di Indonesia. Nama Binter adalah singkatan dari "Bintang Terang", yaitu nama perusahaan distributor sepeda motor ini. Merek ini terakhir digunakan pada tahun 1983 ketika Kawasaki di Indonesia menutup usahanya. Sepeda motor Kawasaki di kemudian hari membuka kembali usahanya di Indonesia tetapi tidak lagi menggunakan merek "Binter"
Binter Merzy / KZ200 adalah sepeda motor kelas menengah dengan mesin 200 cc silinder tunggal. Motor ini adalah sepeda motor produksi massal resmi terbesar kapasitas mesinnya di Indonesia sampai pada saat Suzuki Thunder 250cc diluncurkan di Indonesia.
Pada tahun 1983, sepeda motor ini mengadopsi sistem CDI sampai produksinya dihentikan pada tahun 1984. Awal produksi spesifikasi ini disebut Merzy CDI.
Pada tahun 1984, Selama masa produksi terdapat 1 kali perubahan model ditahun akhir dari model pendahulunya menjadi lebih sporty atau yang biasa disebut merzy new tank atau Merzy Cobra.
Pada Waktu tersebut Kawasaki Motor pernah direncanakan akan meluncurkan model baru dengan peningkatan kapasitas mesin 250 cc. Namun, karena di Indonesia peraturan pemerintah pada waktu itu menolak hal tersebut Karena Peraturan di Indonesia pada waktu itu membatasi kapasitas maksimum mesin 200 cc motor untuk umum.
Motor ini telah menjadi favorit untuk dimodifikasi menjadi bentuk motor chopper ala Harley Davidson a.k.a. PPH (Pura-Pura Harley), dan sampai sekarang masih banyak penggemarnya.
Produk-produk Binter adalah:
1. Binter Joy (sepeda motor bebek, di kemudian hari merek "Joy" masih digunakan oleh Kawasaki Indonesia, lewat motor Blitz Joy 125)
2. Binter AR125 (sepeda motor sport touring, tercanggih di kelasnya pada saat itu, dilengkapi radiator dan monoshock)
3. Binter Merzy KZ200 (sepeda motor kelas menengah, 200 cc bersilinder tunggal, sepeda motor produksi massal resmi terbesar kapasitas mesinnya di Indonesia sampai Suzuki Thunder 250cc diluncurkan. Motor ini menjadi favorit untuk dimodifikasi menjadi bentuk motor chopper ala Harley Davidson, dan sampai sekarang masih banyak penggemarnya)
4. Binter GTO (sepeda motor 2 tak, sekelas dengan Suzuki GP100 dan Yamaha RX100).
Itulah sekilas tentang Binter, merk sepeda motor di Indonesia yang hampir terlupakan oleh khalayak umum, namun di tangan para penggemar fanatiknya motor-motor tersebut masih banyak dalam kondisi terawat baik. Walaupun mereka dihadapkan pada persoalan minimnya suku cadang, sehingga mereka mengakalinya dengan cara meng-kanibal spare part dari motor merk lain ataupun bahkan suku cadang mobil. Tentang spekifikasi dan spare part apa saja yang bisa dikanibalkan pada motor Binter akan saya bahas pada catatan saya yang lain.
Binter Merzy / KZ200 adalah sepeda motor kelas menengah dengan mesin 200 cc silinder tunggal. Motor ini adalah sepeda motor produksi massal resmi terbesar kapasitas mesinnya di Indonesia sampai pada saat Suzuki Thunder 250cc diluncurkan di Indonesia.
Pada tahun 1983, sepeda motor ini mengadopsi sistem CDI sampai produksinya dihentikan pada tahun 1984. Awal produksi spesifikasi ini disebut Merzy CDI.
Pada tahun 1984, Selama masa produksi terdapat 1 kali perubahan model ditahun akhir dari model pendahulunya menjadi lebih sporty atau yang biasa disebut merzy new tank atau Merzy Cobra.
Pada Waktu tersebut Kawasaki Motor pernah direncanakan akan meluncurkan model baru dengan peningkatan kapasitas mesin 250 cc. Namun, karena di Indonesia peraturan pemerintah pada waktu itu menolak hal tersebut Karena Peraturan di Indonesia pada waktu itu membatasi kapasitas maksimum mesin 200 cc motor untuk umum.
Motor ini telah menjadi favorit untuk dimodifikasi menjadi bentuk motor chopper ala Harley Davidson a.k.a. PPH (Pura-Pura Harley), dan sampai sekarang masih banyak penggemarnya.
Produk-produk Binter adalah:
1. Binter Joy (sepeda motor bebek, di kemudian hari merek "Joy" masih digunakan oleh Kawasaki Indonesia, lewat motor Blitz Joy 125)
2. Binter AR125 (sepeda motor sport touring, tercanggih di kelasnya pada saat itu, dilengkapi radiator dan monoshock)
3. Binter Merzy KZ200 (sepeda motor kelas menengah, 200 cc bersilinder tunggal, sepeda motor produksi massal resmi terbesar kapasitas mesinnya di Indonesia sampai Suzuki Thunder 250cc diluncurkan. Motor ini menjadi favorit untuk dimodifikasi menjadi bentuk motor chopper ala Harley Davidson, dan sampai sekarang masih banyak penggemarnya)
4. Binter GTO (sepeda motor 2 tak, sekelas dengan Suzuki GP100 dan Yamaha RX100).
Itulah sekilas tentang Binter, merk sepeda motor di Indonesia yang hampir terlupakan oleh khalayak umum, namun di tangan para penggemar fanatiknya motor-motor tersebut masih banyak dalam kondisi terawat baik. Walaupun mereka dihadapkan pada persoalan minimnya suku cadang, sehingga mereka mengakalinya dengan cara meng-kanibal spare part dari motor merk lain ataupun bahkan suku cadang mobil. Tentang spekifikasi dan spare part apa saja yang bisa dikanibalkan pada motor Binter akan saya bahas pada catatan saya yang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
Made with My Cool Signs.Net








